Faktor penyebab penuaan dini kulit wajah

Selasa, 14 Januari 2014
Faktor penyebab penuaan dini kulit wajah 

Stress Oksidatif 
Penyebab utama dan pertama masalah penuaan dengan ditandai pengeriputan kulit adalah Stress Oksidatif, yakni ketidakmampuan tubuh dalam menetralkan radikal bebas yang ada dalam tubuh.

Polusi 
Polusi yang berasal dari asap rokok/kendaraan dan cerobong pabrik menyebabkan sirkulasi oksigen untuk bernafas menjadi tercemar dan akan meninggalkan sisa polutan dalam tubuh.

Makanan/minuman kaya penyedap/pengawet buatan
Pola makan kurang sehat dan tidak teratur dengan komposisi yang hanya mengutamakan rasa bersumber dari penyedap/pengawet buatan menjadikan tubuh seseorang penuh dengan racun yang dapat mengganggu kinerja organ-organ seperti Ginjal, hati dan paru-paru.

Gaya hidup ‘malas’ 
Jika seseorang malas, bukan melulu karena faktor orangnya yang malas. Akan tetapi faktor keadaan dan lingkungan yang serba mudah dengan dimanjakan tekhnologi yang menjadikan mereka melakukan sedikit gerakan untuk berbagai keperluan. Hidup yang jarang berkeringat juga menyebabkan pembuangan racun dalam tubuh kurang optimal.

Cara mengatasi penuaan dini 

Mengatur Pola Makan 
Pola makan termasuk cara, waktu dan apa yang harus disantap sebagai makanan untuk menjadi sumber pemenuhan energi haruslah proporsional dan seimbang antara karbohidrat (nasi), protein (lauk) dan vitamin (sayur dan buah). Jika tidak, makanan yang baik dan halal sekalipun dapat menimbulkan penyakit dalam kurun waktu tertentu.

Minum air putih secara rutin 
Air putih termasuk asupan gizi bagi manusia yang paling primer karena sebagian besar tubuh manusia terbentuk oleh air atau cairan. Dan juga, air putih/air mineral memiliki pH (tingkat keasaman) netral, sehingga baik dikonsumi oleh tubuh untuk membantu metabolisme dan proses pencernaan yang masuk ke dalam lambung.

Olah raga teratur 
Maksud dari olah raga teratur adalah menggerakkan tubuh dengan irama yang berpola pada waktu khusus dan telah ditentukan secara rutin. Olah raga atau menggerakkan tubuh ini setiap harinya bisa hanya dilakukan selama 10 hingga 15 menit, tapi harus dilakukan secara optimal sehingga mampu melatih organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan juga membantu fungsi hati dalam menetralisir racun dengan mengeluarkannya lewat keringat.

Hindari polusi 
Sebisa mungkin agar seseorang dapat menekan polusi asap yang masuk kedalam tubuhnya, baik itu asap rokok maupun asap kendaraan bermotor. Yaitu dengan tidak merokok maupun menghindari perokok agar tidak menjadi perokok pasif. Dan, menggunakan masker/penutup hidung ketika harus berkendaraan di luar.

No MSG, No Vetsin 
Sulit memang di jaman modern ini untuk secara seratus persen menghindari makanan tanpa vetsin dan MSG (monosodium glutamat), akan tetapi dengan jika seseorangn memprioritaskan makanan yang alami maka setidaknya mereka telah mengurangi kemungkinan adanya berbagai zat racun yang dibawa oleh zat-zat kimia tersebut kedalam tubuh.

No Narkoba, No Alkohol 
Narkoba (Narkotika dan obat-obat terlarang) dengan skala kecil adalah Alkohol dapat merusak kerja organ-organ tubuh. Organ tubuh yang pertama kali rusak atau diserang oleh narkoba dan alkohol adalah Hati dan Ginjal. Jika fungsi kedua organ ini tidak optimal dan rusak maka zat-zat racun dalam tubuh tidak dapat terurai dan dinetralisir. Akibatnya radikal bebas dalam tubuh terus tumbuh hingga jumlah yang tidak dapat lagi ditolerir oleh tubuh manusia yang bersangkutan.

Konsumsi Sumber Anti-Oksidan secara teratur 
Zat-anti oksidan banyak tersedi di sekitar kita, antara lain Wortel dan Tomat. Keduanya dinyatakan oleh para ahli sebagai sumber antioksidan yang paling lazim dimakan oleh manusia. Selain Wortel dan Tomat bisa didapatkan dari berbagai bahan alami yang mengandung vitamin C, A, E dan lebih khusus mengandung senyawa polifenol kelas Flavonoid.

Tidak ada komentar